Disuntik Corona Dapat Rp 65 Juta, Mau?

Vaksin Corona
Ilustrasi Virus Corona (ist)

Terkini.id, Bontang – Menurut Times Of London, terdapat 20 perusahaan di dunia yang sedang berpacu untuk menemukan vaksin COVID-19 atau virus corona. Seperti di London, Inggris, Pusat Inovasi Queen Mary Bio Enterprises atau Hvivo mencari 24 relawan yang ingin dihadiahkan uang senilai 4.588 dolar AS atau kurang lebih dari 65 Juta. Dengan syarat, relawan harus menerima tubuhnya disuntikkan virus corona yang berbahaya.

Tentunya, upaya yang dilakukan perusahaan penelitian dan pengembangan medis Hvivo bukan untuk membahayakan nyawa relawannya. Namun bertujuan untuk menemukan vaksin COVID-19 yang telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di dunia. Apalagi di Indonesia telah terjangkit hingga 34 kasus dan 1 meninggal dalam sepekan.

Dilansir dari New York Post, terdapat tahapan-tahapan yang perlu dijalani relawan. Salah satunya harus lulus tes disuntikkan virus COVID-19. Dalam tes ini juga relawan akan disuntuk dua strain virus yang lebih lemah, yaitu 0C43 dan 229E yang dapat menyebabkan gejala pernapasan ringan. Setelah itu, mereka diberikan vaksin yang udah ada.

Kemudian para dokter akan menganalisis respons pasien terhadap vaksin. Hasilnya akan digunakan para peneliti untuk fokus perawatan yang paling tepat untuk melacak virus itu dengan cepat. Tentunya, pasien harus bersedia di karantina hingga dua minggu dan menghindari kontak dengan manusia lain.

DIlansir dari CNBC, kepala ilmuan Hvivo Andrew Catchpole yakin hasil penelitian ini akan mampu menemukan vaksin untuk COVID-19.

Baca juga:

“Perusahaan obat bisa mendapatkan ide yang sangat bagus dalam beberapa bulan setelah memulai studi vaksin untuk mengetahui apakah berfungsi atau tidak, menggunakan sampel orang yang begitu sedikit,” kata Andrew.

Namun demikian, semua pengujian itu baru dimulai setelah Hvivo mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan Inggris

Sementara di Kota Seattle, Amerika Serikat, juga mulai mencari 45 relawan dengan rentang usia 18 sampai 55 tahun dan dalam kondisi sehat. Mereka akan terdaftar dalam uji coba awal yang akan menguji apakah vaksin mampu memicu respons kekebalan tubuh, dan apakah dosis yang diberikan sudah cukup sesuai..

Para relawan akan dibagi tiga kelompok. Masing-masing kelompok akan menerima dosis yang berbeda. Meraka akan diminta untuk menghadiri 14 uji klinis dalam 14 bulan. Sebagai upah, masing-masing relawan akan diberikan ‘upah’ senilai 1.100 dolar AS atau Rp 15.7 juta.

Komentar

Direkomendasikan

Berita Lainnya

Bontang Citimall Mulai Dibangun, 14 Bulan Ditargetkan Rampung

Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah

Sekolah Luar Biasa Juga Butuh Dukungan Orang Tua

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar