Sekolah Luar Biasa Juga Butuh Dukungan Orang Tua

SLB Bontang
Tampak Depan Sekolah Luar Biasa Kota Bontang (Sumber:http://sekolah.data.kemdikbud.go.id)

Terkini.id, Bontang – Perjuangan seorang guru dalam mendidik murid-muridnya seolah tak pernah putus. Begitulah yang dilakoni Imas Novalona dan Ganjar Budiman sebagai guru di SLBN Kota Bontang. Mereka mengaku harus memberikan perhatian ekstra kepada siswa agar menjadi lebih baik, termasuk perhatian dari orang tua serta keluarganya.

Kedua guru ini bukan asli Bontang. Ganjar di Bontang sejak tahun 2013 dan mengajar Tenagrahita sedangkan Imas Novalina yang mulai merantau dari Bandung sejak 2004. Kedua guru ini menyampaikan, menjadi guru Sekolah Luar Biasa tidak pernah terpikirkan olehnya. Seperti Ganjar yang bercita-cita sebagai ahli mesin hingga diarahkan orang tuanya untuk menjadi seorang guru hingga ia menikmati profesi ini.

Ganjar dan Imas harus siap menerima apa yang terjadi di kelas. Seperti ada yang tiba-tiba mengamuk, pecicilan, hingga sakit parah yang dialami siswa.

“Sebagai guru tentunya harus selalu siap atas apa yang akan terjadi kepada siswa. Apalagi jika ada yang memiliki riwayat sakit yang cukup parah, kami harus mengantarkannya ke rumah sakit. Siswa yang tiba-tiba mengamuk di kelas juga sering terjadi” ujar Ganjar.

Salah satu kisah sedih selama mengajar adalah banyak anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian lebih dari keluarganya. Imas mengungkapkan sekolah ini terkadang sebagai temat titipan anak. Disini merasa baik tapi di rumah tidak diperhatikan orang tua. Akhirnya banyak anak-anak yang lebih senang disekolah dari pada di rumah.

Baca juga:

“Ada orang tua yang tidak menerima keadaan anaknya. Padahal, perhatian dan kasih sayang dari orang tua sangat dibutuhkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sedihnya ada anak yang keliling dipindahkan ke sekolah satu dengan yang lainnya hanya untuk kepuasan orang tua mendapatkan apa yang diinginkan padahal anak jelas tidak mampu.” ujar Imas.

Mereka juga menyampaikan ada orang tua yang mendaftarkan di SLB hanya untuk mendapatakan buku gratis dan dikasih uang saku.

“SLBN tidak semata-mata menerima semua siswa yang mendaftar di sekolah ini. Harus ada surat dari psikolog atau dokter. Itupun kami tes lagi apakah benar termasuk anak yang berkebutuhan khusus.” sambut Ganjar.

Harapan dari Imas dan Ganjar tidak lain kecuali agar siswa disaat lulus bisa mendapatkan pekerjaan, bisa mandiri, serta bisa diterima di masyarakat terutama di lingkunga keluarga. Ganjar juga mengharapkan perhatian pemerintah, terutama apangan pekerjaan untuk orang-orang ABK.

Komentar

Direkomendasikan

Berita Lainnya

Disuntik Corona Dapat Rp 65 Juta, Mau?

Bontang Citimall Mulai Dibangun, 14 Bulan Ditargetkan Rampung

Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar